Minggu, 07 November 2010

Macam-macam desain penelitian

A. Cross sectional
Pengertian
Adalah penelitian non eksperimental dalam rangka mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek yang berupa penyakit atau status kesehatan tertentu hanya dengan model pendekatan poin time (pada satu waktu)
Kelebihan:
a)Memungkinkan penggunaan populasi dari masyarakat umum tidak hanya mencari pengobatan
b)Relatif mudah, murah dari segi biaya, dan hasilnya dapat diperoleh dengan cepat
c)Dapat dipakai untuk meneliti banyak variabel sekaligus
d)Tidak terancam DO/gagal karena waktu singkat
e)Dapat dimasukkan pada tahap pertama penelitian kohort/eksperimental
f)Dasar penelitian lebih lanjut
Kekurangan:
a)Sulit menentukan sebab akibat karena pengambilan data dilakukan pada saat bersamaan
b)Tidak menggambarkan perjalanan penyakit insidens tapi bisa melihat prevalensi
c)Dibutuhkan subyek penelitian yang besar, apalagi bila variabel yang dipelajari banyak
d)Tidak praktis untuk meneliti kasus yang jarang
e)Faktor resiko kadang-kadang sulit untuk diukur dengan akurat
f)Tidak valid untuk meramalkan suatu kecenderungan
g)Kesimpulan korelasi faktor resiko dengan efek paling lemah, dibandingkan case control dan cohort
Manfaat penelitian cross sectional adalah untuk mengetahui resiko prevalensi antara variabel faktor resiko dan efek.
Contoh:
Dari hasil pemeriksaan pada 3000 balita didapatkan hasil sebagai berikut:
Jumlah balita yang menderita kecacingan sebanyak 1500 jiwa. Dari 1500 jiwa tersebut yang menderita gizi buruk sebanyak 600 balita, jumlah total balita gizi buruk sebanyak 750 jiwa.
Ada 4 kemungkinan:
a)Gizi buruk dan Kecacingan
b)Gizi buruk dan tidak kecacingan
c)Tidak gizi buruk dan kecacingan
d)Tidak gizi buruk dan tidak kecacingan
B. Case control
Pengertian
Adalah penelitian epidemiologi analitik observasional yang mengkaji hubungan antara efek dengan faktor resiko tertentu dengan model pendekatan penentuan efek terlebih dahulu, kemudian diamati faktor resiko yang lalu yang diduga sebab terjadinya efek.
Kelebihan:
a)Sangat cocok untuk meneliti kasus yang jarang dan masa latennya panjang
b)Hasil dapat diperoleh dengan cepat
c)Biaya relatif lebih sedikit
d)Memerlukan subyek penelitian yang lebih sedikit
e)Memungkinkan untuk mengidentifikasi berbagai faktor resiko sekaligus
Kekurangan:
a)Sering terjadi recall bias dan data sekunder kadang tidak begitu akurat
b)Validasi mengenai informasi kadang-kadangsukar diperoleh
c)Info tentang insidens rate tidak ada
d)Kadang sukar mengendalikan faktor eksternal dan sumber bias lain karena kasus dan kontrol dipilih oleh peneliti
Manfaat penelitian case control adalah untuk mencari seberapa jauh faktor resiko mempengaruhi terjadinya penyakit.
Contoh: Disuatu kecamatan ditemukan kematian neonatus yang masih sangat tinggi, antara lain karena pemotongan tali pusat yang tidak steril mencegah kematian neonatus.
1.Menentukan pertanyaan penelitian dan hipotesis
Pemotongan tali pusat yang tidak steril menambah angka kejadian kematian neonatus daripada pemotongan tali pusat yang steril.
2.Mengidentifikasikan variabel penelitian
3.Menentukan subyek penelitian
4.Mengukur variabel
5.Melakukan analisis

C. Cohort
Pengertian
Adalah studi penelitian epidemiologi analitik observasional yang mengkaji hubungan antara efek dengan faktor resiko tertantu dengan model pendekatan waktu secara longitudinal dan causa diidentifikasi lebih dahulu kemudian diikuti sampai periode waktu tertentu untuk melihat efek yang diteliti.
Kelebihan:
a)Desain yang terbaik dalam menentukan insidens perjalanan penyakit/efek yang ditelti
b) Cocok untuk menerangkan hubungan dinamika faktor resiko dan efek secara temporal
c)Dapat dipakai untuk melhat beberapa efek sekaligus akibat suatu faktor resiko
Kekurangan:
a)Memerlukan waktu yang lama
b)Sarana, waktu, tenaga, biaya besar
c)Kurang cocok untuk meneliti kasus yang jarang terjadi
d)DO
e)Mungkin terjadi perubahan intensitas pajanan yang dapat mengganggu analisis hasil
f)Terbentur masalah etika
Manfaat penelitian cohort adalah untuk mencari besarnya insiden
Contoh : Suatu penelitian, ingin mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan Ca paru. Total sampel yang diambil sebanyak 9170 orang. Dari jumlah tersebut yang merokok sebanyak 2326 orang. Setelah diamati selama 3 tahun, jumlah penderita Ca paru sebanyak 202 orang dan 76 diantaranya ternyata berasal dari kelompok yang memiliki kebiasaan merokok.
1.Menetapkan pertanyaan dan hipotesis
2.Menentukan populasi
3.Mengidentifikasi variabel
4.Melakukan pengukuran variabel-variabel
5.Mengamati timbulnya efek
6.Menganalisa data.
NIM : 25010110151022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar